
Softwave atau HIFU, mana yang lebih tepat untuk wajah anda?
Kalau Anda sedang mencari treatment untuk mengencangkan wajah, Anda mungkin menemukan banyak klinik yang menawarkan HIFU. Di sisi lain, ada teknologi seperti Sofwave yang juga menggunakan ultrasound.
Apakah keduanya sama?
Tidak. Dan justru di sinilah konsumen perlu lebih kritis.
Bayangkan seseorang menawarkan Anda sebuah smartphone, tetapi hanya mengatakan:
“Ini smartphone.”
Anda tentu belum tahu banyak. Apakah iPhone atau Android? Model tahun berapa? Menggunakan prosesor apa? Sistem operasinya versi berapa? Teknologi kameranya seperti apa?
Sebaliknya, jika seseorang mengatakan:
“Ini iPhone terbaru.”
Anda langsung memiliki gambaran yang jauh lebih jelas mengenai teknologi dan kemampuan perangkat tersebut. Misalnya, Anda sudah memiliki ekspektasi bahwa kualitas kameranya akan sangat baik.
Konsep yang sama berlaku ketika sebuah klinik mengatakan bahwa mereka menggunakan HIFU.
HIFU (High-Intensity Focused Ultrasound)
HIFU (High-Intensity Focused Ultrasound) menjelaskan metode penggunaan ultrasound dengan energi terfokus. Tetapi istilah tersebut belum memberi tahu Anda perangkat apa yang digunakan, teknologinya seperti apa, energi bekerja di lapisan mana, dan bagaimana energi tersebut dihantarkan.
Jadi, sebelum bertanya “HIFU atau Sofwave?”, pertanyaan pertama yang lebih penting adalah:
“Kalau HIFU, alatnya apa?”
Tidak semua ultrasound melakukan hal yang sama
Wajah terdiri dari beberapa lapisan jaringan. Ada kulit dan dermis, jaringan lemak, jaringan ikat, otot, dan struktur yang lebih dalam.
Energi ultrasound dapat dirancang untuk mencapai target yang berbeda. Karena itu, kedalaman, intensitas, pola energi, dan presisi penempatannya ikut menentukan jaringan yang terkena efek treatment.
Penelitian mengenai ultrasound-based facial tightening juga menunjukkan adanya variasi perangkat, energi, dan protokol dalam studi yang tersedia. Artinya, kata “ultrasound” sendiri belum cukup untuk menggambarkan sebuah treatment.
Inilah mengapa dua treatment yang sama-sama disebut “HIFU” belum tentu memberikan pendekatan yang identik.
Dan hal ini semakin penting ketika treatment dilakukan pada wajah perempuan usia 40 tahun ke atas.
Karena wajah tidak hanya perlu dikencangkan
Seiring bertambahnya usia, wajah mengalami lebih dari sekadar kulit yang kendur.
Collagen dan elastisitas berkurang. Jaringan dapat mengalami perubahan posisi. Distribusi lemak wajah juga berubah.
Di usia lebih muda, wajah yang semakin tirus mungkin dianggap menarik. Tetapi setelah usia 40, sebagian volume wajah justru membantu memberikan kesan fresh dan sehat.
Jika volume tersebut berkurang terlalu banyak, wajah dapat terlihat lebih cekung atau “kempot”.
Ini menjelaskan mengapa energi yang lebih kuat tidak otomatis berarti hasil yang lebih baik.
Tujuannya bukan membuat seluruh wajah semakin tipis. Yang dibutuhkan adalah memberikan energi pada jaringan yang memang perlu ditangani, dengan intensitas dan kedalaman yang sesuai, sambil mempertahankan bagian yang sebaiknya tetap ada.
Mengapa “wajah kempot” perlu menjadi perhatian?
Diskusi media diselenggarakan Altruva April 2026
Dalam diskusi media yang diselenggarakan Altruva pada April 2026, dr. Olivia Aldisa membahas fenomena wajah cekung setelah prosedur aesthetic dan pentingnya memahami anatomi serta presisi energi.
Masalahnya bukan bahwa ultrasound pasti menyebabkan wajah kempot.
Yang perlu dipahami adalah bahwa treatment yang tidak tepat sasaran atau terlalu agresif dapat memengaruhi jaringan yang sebenarnya ingin dipertahankan, termasuk volume wajah.
Pada wajah yang sudah mulai kehilangan volume, pendekatan “semakin kuat semakin baik” justru bisa menjadi cara berpikir yang keliru.
Lalu, apa bedanya Sofwave
Sofwave bukan istilah umum untuk ultrasound.
Ia merupakan perangkat dengan teknologi ultrasound spesifik, yaitu SUPERB (Synchronous Ultrasound Parallel Beam), yang dirancang untuk memberikan energi pada mid-dermis dan mendukung proses remodeling jaringan.
Dengan demikian, membandingkan “Sofwave versus HIFU” sebenarnya kurang tepat jika HIFU yang dimaksud tidak dijelaskan perangkatnya.
Yang lebih tepat adalah membandingkan teknologi dengan teknologi.
Sofwave memiliki karakter penghantaran energi dan target jaringan tertentu. Sementara perangkat yang dipasarkan sebagai HIFU dapat memiliki spesifikasi, kedalaman target, energi, dan mekanisme penghantaran yang berbeda.
Jadi, jika sebuah klinik menawarkan HIFU, jangan hanya bertanya berapa shot atau berapa kali treatment.
Tanyakan:
“Alatnya apa?”
“Teknologinya apa?”
“Energinya bekerja di lapisan mana?”
Itu pertanyaan yang jauh lebih penting.
Apakah berarti HIFU tidak bagus?
Tidak.
HIFU metode ultrasound memiliki bukti klinis
HIFU sebagai metode ultrasound memiliki bukti klinis untuk membantu memperbaiki skin laxity pada pasien yang sesuai, termasuk area lower face dan leher. Systematic review menunjukkan manfaat terutama pada kondisi laxity ringan hingga sedang.
Yang perlu dihindari adalah menganggap semua “HIFU” sebagai satu teknologi yang sama.
Sebuah treatment ultrasound bisa memiliki tujuan yang berbeda tergantung pada device, teknologi, target jaringan, energi, dan teknik penggunaannya.
Karena itu, seseorang yang mengatakan, “Saya mau HIFU supaya wajah lebih tirus,” sebenarnya belum tentu telah menentukan treatment yang tepat.
Pertanyaan yang lebih baik adalah:
Apa yang sebenarnya membuat wajah terlihat berubah?
Apakah kulitnya kendur? Apakah kualitas jaringan menurun? Apakah ada perubahan lower face atau jowling? Apakah volume wajah justru sudah berkurang?
Baru setelah itu teknologi yang sesuai dapat dipertimbangkan.
Jadi, Sofwave atau HIFU?
Untuk pertanyaan ini, jawabannya bukan sekadar “Sofwave lebih baik” atau “HIFU lebih baik.”
Yang perlu Anda kritisi adalah apa yang dimaksud dengan HIFU tersebut.
Sofwave adalah teknologi ultrasound tertentu dengan target dan mekanisme penghantaran energi yang spesifik. Sedangkan “HIFU” yang ditawarkan sebuah klinik perlu ditelusuri lebih jauh: perangkat apa, teknologi apa, bekerja di lapisan mana, dan bagaimana energi diberikan?
Bagi perempuan usia 40–60 tahun, ada satu pertanyaan tambahan yang tidak kalah penting:
Apakah treatment tersebut hanya berusaha membuat wajah lebih kencang, atau juga mempertimbangkan apa yang perlu dipertahankan dari wajah Anda?
Karena wajah yang terlihat lebih muda bukan selalu wajah yang paling tirus.
Dan dalam aesthetic medicine, teknologi yang tepat bukan sekadar soal seberapa kuat energinya, tetapi seberapa tepat energi tersebut digunakan untuk kondisi wajah yang sedang ditangani.

