
Apa Hubungan Muscle Mass dengan Healthy Aging Setelah Usia 40?
Setelah usia 40, banyak perempuan mulai melihat perubahan pada tubuh: perut lebih mudah terlihat berisi, paha dan otot bokong tidak lagi sepadat dulu, atau tubuh terasa lebih “soft” meskipun berat badan tidak naik banyak.
Perubahan yang terlihat ini sering menjadi tanda bahwa body composition sedang berubah—dan salah satu perubahan penting adalah berkurangnya muscle mass.
Ini bukan sekadar masalah berat badan yang bisa diselesaikan dengan diet.
Ketika muscle mass berkurang, dampaknya bukan hanya pada bentuk tubuh. Otot berperan dalam metabolisme dan fungsi tubuh, serta menjadi salah satu cadangan biologis yang penting ketika kita memasuki usia lanjut.
Karena itu, setelah usia 40, mempertahankan muscle mass bukan hanya tentang mendapatkan tubuh yang lebih kencang.
Muscle is longevity
Mengapa Muscle Mass Semakin Penting Setelah Usia 40?
Kita tidak tiba-tiba kehilangan otot ketika memasuki usia 40. Perubahannya berlangsung perlahan dan dipengaruhi oleh usia, aktivitas fisik, nutrisi, hormon, dan gaya hidup.
Yang sering membingungkan, berat badan mungkin hanya berubah sedikit sementara komposisi tubuh berubah cukup banyak. Muscle mass dapat berkurang, sementara lemak tubuh meningkat atau distribusinya berubah.
Itulah sebabnya seseorang bisa merasa:
“Berat badan saya tidak banyak berubah, tetapi tubuh saya sekarang berbeda.”
Yang berubah bukan sekadar angka di timbangan, melainkan komposisi tubuh.
Kondisi kehilangan massa dan fungsi otot yang berkaitan dengan usia dikenal sebagai sarcopenia. Dan muscle mass tidak sama dengan muscle strength. Keduanya penting dalam proses healthy aging.
Otot juga merupakan salah satu jaringan terbesar dan paling aktif secara metabolik di tubuh. Otot membantu penggunaan energi dan pengelolaan glukosa, serta menghasilkan myokines yang berkomunikasi dengan jaringan dan organ lain.
Jadi, ketika muscle mass berkurang, yang hilang bukan hanya volume jaringan yang membuat tubuh terlihat berbeda.
Sebagian dari cadangan biologis tubuh juga ikut berkurang.
Berapa Banyak Muscle Mass yang Sebaiknya Kita Punya?
Tidak ada angka tunggal yang sudah terbukti sebagai “ideal muscle mass untuk longevity” pada perempuan Indonesia berdasarkan usia.
Salah satu ukuran yang digunakan adalah appendicular skeletal muscle mass index (ASMI), yaitu massa otot pada lengan dan kaki yang disesuaikan dengan tinggi badan.
Untuk perempuan Asia, Asian Working Group for Sarcopenia (AWGS) menggunakan ASMI di bawah 5,7 kg/m² bila diukur dengan BIA sebagai salah satu batas untuk low muscle mass. Ini merupakan clinical cutoff, bukan target ideal untuk longevity.
Dalam sebuah studi di Bandung, rata-rata ASMI perempuan dengan BMI normal adalah sekitar 5,98 kg/m².
Studi pada perempuan lansia di Indonesia juga menunjukkan bahwa hasil pengukuran dapat berbeda tergantung metode yang digunakan.
Karena itu, pertanyaan yang lebih berguna bukan:
“Berapa persen muscle mass yang ideal untuk perempuan usia 50?”
Melainkan:
“Apakah saya sedang mempertahankan muscle mass saya, atau terus kehilangannya?”
Angka tersebut juga sebaiknya dilihat bersama usia, tinggi badan, komposisi tubuh, kekuatan, aktivitas fisik, dan kondisi keseluruhan.
Muscle Mass Adalah Biological Reserve
Bayangkan muscle mass sebagai salah satu bentuk reserve yang kita bangun ketika tubuh masih relatif sehat.
Seiring usia, tubuh dapat menghadapi berbagai tantangan: sakit, periode tidak aktif, perubahan hormon, cedera, atau fase hidup ketika aktivitas fisik menurun.
Memasuki periode tersebut dengan cadangan otot yang lebih baik memberi tubuh modal yang berbeda dibandingkan jika muscle mass sudah banyak berkurang sebelumnya.
Penelitian juga menemukan bahwa orang dengan kekuatan otot yang lebih baik cenderung memiliki risiko kematian yang lebih rendah. Kondisi otot karena itu menjadi salah satu bagian penting dari kesehatan jangka panjang.
Dengan kata lain, mempertahankan otot setelah usia 40 bukan hanya soal bagaimana tubuh terlihat.
Ini adalah bagian dari mempersiapkan tubuh untuk menua.
Mengapa Perempuan Usia 40-an Perlu Mulai Memikirkannya?
Bagi perempuan, pembicaraan ini semakin relevan ketika memasuki perimenopause dan menopause.
Perubahan hormonal dapat berjalan bersamaan dengan perubahan komposisi tubuh, metabolisme, tidur, recovery, dan aktivitas.
Muscle mass dapat berkurang sementara lemak tubuh bertambah tanpa menghasilkan perubahan besar pada angka timbangan. Inilah salah satu alasan tubuh bisa terlihat berbeda meskipun berat badan relatif sama.
Karena itu, usia 40-an adalah waktu yang baik untuk mulai memikirkan apa yang ingin dipertahankan, bukan hanya apa yang ingin dikurangi.
Mengapa Paha dan Otot Bokong Penting?
Fondasi untuk mempertahankan muscle mass tetap resistance atau strength training. Otot membutuhkan stimulus agar tubuh memiliki alasan untuk mempertahankan jaringan tersebut.
Jika tujuannya juga mempertahankan muscle mass untuk jangka panjang, kelompok otot besar menjadi relevan.
Paha dan otot bokong termasuk kelompok otot besar dalam tubuh. Mempertahankan massa otot di area tersebut berarti mempertahankan bagian yang signifikan dari total muscle mass.
Keduanya memang berperan dalam berbagai aktivitas fisik, tetapi dalam konteks longevity, manfaatnya lebih besar daripada sekadar fungsi gerak.
Kita ingin mempertahankan cadangan otot yang cukup untuk menghadapi proses penuaan di masa depan.
Di Mana NeoCurve by EMSculpt Neo Bisa Masuk?
Fondasi healthy aging tetap aktivitas fisik dan strength training. Namun pada pasien tertentu, teknologi dapat menjadi bagian dari strategi yang lebih luas.
Di Altruva, pendekatan tersebut hadir melalui NeoCurve by EMSculpt Neo, menggunakan teknologi EMSculpt Neo dari BTL.
EMSculpt Neo menggabungkan radiofrequency (RF) dan high-intensity focused electromagnetic (HIFEM+). HIFEM+ menghasilkan kontraksi otot yang intens pada area yang ditargetkan, sementara RF memberikan pemanasan jaringan dan membantu mengurangi lemak subkutan. Teknologi ini dapat digunakan pada perut, otot bokong, dan paha.
Ketika konteksnya adalah muscle mass dan longevity, pemilihan area menjadi penting.
Altruva memiliki applicator EMSculpt Neo untuk paha dan otot bokong, sehingga NeoCurve dapat diarahkan pada kelompok otot besar tersebut ketika sesuai dengan kebutuhan pasien.
Tersedia juga applicator untuk perut, termasuk ketika concern pasien melibatkan kombinasi antara muscle building dan pengurangan lemak subkutan.
Jadi, pertanyaannya bukan hanya:
“Bagaimana membuat paha atau otot bokong lebih terbentuk?”
Tetapi:
“Bagaimana mempertahankan muscle mass yang penting bagi tubuh untuk jangka panjang?”
NeoCurve Bukan Pengganti Olahraga
NeoCurve by EMSculpt Neo bukan pengganti resistance training, nutrisi yang baik, atau gaya hidup aktif. Healthy aging tidak bisa dibangun hanya melalui treatment.
Namun, teknologi dapat menjadi salah satu pendekatan yang dipertimbangkan ketika tujuan, kondisi tubuh, dan area yang ingin ditargetkan memang sesuai.
Di sinilah assessment menjadi penting.
dr. Aldisa, yang telah memiliki pengalaman lebih dari 13 tahun dalam aesthetic medicine dan banyak menangani perempuan usia 40–60, melihat muscle health sebagai bagian penting dari bagaimana perempuan menua. Dalam pembahasan mengenai body regenerative contouring, ia mengangkat konsep “muscle is longevity” untuk menekankan bahwa mempertahankan otot merupakan bagian dari investasi biologis jangka panjang.
Healthy Aging Dimulai Sebelum Kita Merasa Tua
Kita sering baru memikirkan kesehatan ketika tubuh mulai kehilangan kemampuan.
Longevity membutuhkan pendekatan berbeda: membangun reserve ketika tubuh masih mampu membangunnya.
Setelah usia 40, pertanyaannya bukan hanya apakah tubuh terlihat lebih ramping atau lebih kencang. Pertanyaannya adalah apakah kita masih mempertahankan cukup banyak muscle mass untuk menghadapi dekade-dekade berikutnya.
Jadi ketika mulai melihat perubahan bentuk tubuh, jangan hanya bertanya:
“Treatment apa yang bisa membuat tubuh saya lebih kencang?”
Tanyakan juga:
“Apa yang sedang terjadi dengan muscle mass saya—dan apa yang bisa saya lakukan sekarang untuk mempertahankannya?”
Karena healthy aging bukan hanya tentang terlihat lebih muda.
Ini tentang memiliki biological reserve yang cukup untuk tetap sehat, aktif, dan kuat ketika usia terus bertambah.
Ingin Membaca Lebih Jauh?
Asian Working Group for Sarcopenia: 2019 Consensus Update — mengenai muscle mass dan sarcopenia pada populasi Asia.
Correlation between Body Mass Index, Gender, and Skeletal Muscle Mass Cut off Point in Bandung — data ASMI pada populasi Bandung.
The Need for a New Cut-off Value to Measure Muscle Mass in Indonesian Elderly — studi mengenai pengukuran muscle mass di Indonesia.
Muscular Strength as a Predictor of All-Cause Mortality — hubungan muscle strength dengan kesehatan jangka panjang.
EMSCULPT NEO — informasi mengenai teknologi dan area tubuh yang dapat ditangani.

